Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Prambanan

Prambanan Jadi Saksi Sejarah Bertemunya Banser NU dan Kokam Muhammadiyah

Selama ini terkesan seperti perang dingin, antara Gerakan Pemuda Ansor dengan Pemuda Muhammadiyah. Untuk waktu yang relatif lama, tidak pernah terjadi bentrok fisik, perkelahian, dan sejenisnya antara kedua belah pihak walau mengalami perbedaan ideologis, paham, dan ajaran yang laten dan tajam. Dari urusan  ubudiyah  yang bersifat fikih ( ijtihadi ), sampai strategi dakwah dan sikap mengenai persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, dan persoalan global. Perbedaan  khilafiyah  sejak ratusan tahun yang lalu utamanya sekitar 1912-1926 bahkan sampai kini kerap mewarnai diskusi-diskusi kecil di masjid, musala, surau, warung-warung kopi, bahkan di lembaga persekolahan dan madrasi. Perbedaan  qunut  Salat Subuh, azan dua kali dalam penyelenggaraan Salat Jumat, bacaan  ushalli  dalam salat,  mitoni  dan  ngapati  dalam kehamilan, perbedaan rakaat Salat Tarawih sampai tahlil,  manaqib  hingga ziarah kubur. Sikap NU yang adapt...

Foto Sultan di Candi Prambanan Menjadi Viral, Kenapa?

    Foto Sultan HB X berdiri dibelakang Presiden Jokowi yang tengah berpose dengan para tokoh di acara apel kebangsaan bersama Kokam dan Banser menjadi viral dan disorot sejumlah  netizen . Mereka ada yang menyayangkan mengapa demikian, tetapi sebetulnya faktanya tidak begitu. Foto tersebut pertama kali diunggah oleh Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam foto tersebut ada Dahnil, Presiden Jokowi, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Menpora Imam Nahrawi, Menkopolhukam Wiranto, dan salah seorang pengurus Kokam. "Setelah Apel Pemuda Islam di Candi Prambanan," kata Dahnil dalam  posting- annya pada Sabtu (16/12/2017). Foto tersebut lantas mendapatkan sejumlah tanggapan. Namun ada sebagian  netizen  yang terfokus pada sosok Sultan yang ada di belakang grup foto tersebut. Foto bareng tersebut dianggap tidak sopan terhadap Sultan. View image on Twitter 249 Hari @Dahnilanzar Setelah Apel Pemuda I...

Pariwisata Berkembang Warga Prambanan Batalkan Transmigrasi

Pelaksanaan program transmigrasi di Sleman salah satunya terganjal dengan perkembangan daerah asal.Salah satu contohnya ialah calon transmigran asal Kecamatan Prambanan yang mengundurkan diri karena geliat wisata daerah. Kasie Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Yuni Kristiningsih mengatakan pernah ada 3 KK asal Prambanan yang mengundurkan diri. “Membatalkan karena kawasan Prambanan, khususnya Breksi sangat berkembang jadi destinasi wisata baru,” ungkapnya, Senin (18/12/2017). Menurutnya, pembatalan ini beralasan salah satunya ialah faktor ekonomi. Bahkan di dua kecamatan, Minggir dan Moyudan yang pertaniannya tumbuh  dan bisa mengangkat ekonomi warganya belum pernah memasok warganya untuk ikut program transmigrasi dari Sleman ke Luar Jawa. Prambanan sendiri relatif jarang menjadi daerah asal peminat program transmigrasi meskipun penawaran selalu dilakukan. Biasanya, peminat tertinggi berasal dari Tempel, Turi, Berbah, dan Kalasan. Sedangkan Kecamatan Ming...

Mengenal Candi Perwara Deret II Prambanan

Candi Perwara Deret II Nomor 35 kompleks Candi Prambanan telah selesai dipugar. Candi ini proses pemugarannya membutuhkan waktu 11 bulan dan telah diremikan Mendikbud Muhadjir Effendi, Kamis (14/12/2017 Candi Perwara ini merupakan satu dari 224 buah candi perwara yang ada di kompleks Candi Prambanan.  Candi Perwara Deret II Nomor 35 terletak di gugusan sebelah utara halaman II kompleks candi yang juga dikenal dengan nama Candi Roro Jonggrang. Berdenah persegi, memiliki ukuran 6,9 x 6,9 meter, dengan tinggi 13,59 meter, dan memiliki satu bilik berukuran 2,05 x 2,01 meter. Candi ini merupakan perwara keempat yang berhasil dipugar hingga sekarang. Dua buah perwara telah dipugar pada era Dinas Kepurbakalaan Hindia Belanda, yakni Deret II Nomor 1 sisi timur dan Deret I Nomor 39 sudut timur laut. Lalu satu perwara dipugar pada tahun 2015 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY.  Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemend...

Grab Sekarang Ada di Candi Prambanan

Untuk memberi kenyamanan pada Mitra Grab dan pemakai platform aplikasinya, Grab juga terus melakukan pendekatan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanannya. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Taman Wisata Candi Prambanan. “Kami mempunyai Grab Venue yang berada persis di pintu keluar Candi Prambanan. Mitra bisa parkir secara bebas dan lebih nyaman untuk penjemputan penumpang,” ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata saat menggelar Temu Seru Mitra di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Ahad (17/12/2017). Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan dalam satu tahun kehadirannya di Kota Gudeg, mitra pengemudilah yang telah membentuk Grab menjadi penyedia layanan transportasi terpercaya di Indonesia. “Pencapaian ini berhasil terwujud berkat peran serta Yogyakarta dengan 2.000 mitra pengemudi, sebagai salah satu dari 104 kota tempat kami beroperasi,” ujarnya. Dalam perayanan ini Grab menganugerahkan penghargaan kepada 64...

Menpora Tinjau Pelatnas Panahan di Prambanan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, Sabtu (16/12/2017) siang, meninjau pemusatan latihan nasional cabang olahraga panahan yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di pelataran Candi Prambanan.  Dalam kunjungan itu, Menpora mengecek persiapan tim nasional panahan serta peralatan yang digunakan para atlet. Selain memantau persiapan para atlet, Menpora juga melihat sarana dan prasarana atlet yang berada lokasi latihan. "Kita berharap Indonesia bisa menyumbang medali yang terbaik, khususnya medali emas. Dengan semangat yang kita miliki, kita harus yakin bisa meraih hasil terbaik," kata Menpora dikutip dari situs resmi Kemenpora.  Panahan menjadi salah satu cabang olahraga yang ditargetkan meraih medali emas pada Asian Games 2018.  Pada SEA Games 2017, cabang olahraga panahan meraih empat emas. Namun dari 16 atlet Indonesia yang tampil di Malaysia, hanya empat yang berlanjut ke pelatnas Asian Games lantaran hanya ada lima nomor yang dipertandingkan. ...

Enam Huntara Korban Siklon Dibangun Setelah Dapat Bantuan BPD DIY

Sebanyak enam hunian sementara (huntara) dari 27 warga yang masuk dalam daftar relokasi segera dibangun.Untuk membangun 6 huntara tersebut mendapat bantuan dana dari BPD DIY sebesar Rp42 juta. Kepala Desa Sumberharjo Lekta Manuri mengatakan ada enam KK yang akan dibangun huntara masing-masing tiga KK warga Sengir dan tiga KK lainnya dari Dayakan. Pembangunan Huntara tersebut dilakukan setelah mendapat bantuan dari BPD DIY sebesar Rp42 juta. “Enam unit Huntara dibangun karena setelah direlokasi, keenam KK tersebut tidak punya tempat tinggal,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (14/12/2017). Lekta menyebut, masing-masing Huntara dianggarkan Rp7 juta. Keenam KK yang menerima bantuan meliputi Parjan, Karto Pawiro, Murdiyono seluruhnya warga RT 3 RW 26 Sengir, Sumberharjo. Selain itu, Yatmorejo dan Jemiran warga RT 4 RW 24 Dayakan Sumberharjo serta Sutarjo warga RT 3 RW 24 Dayakan Sumberharjo. Setelah penyerahan, kata Lekta, pembangunan Huntara segera dilaksanakan. Selain bantua...

Mendikbud Muhadjir Resmikan Candi Perwara Prambanan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan purnapugar Candi Perwara Deret II Nomor 35 kompleks Candi Prambanan. Candi ini proses pemugarannya membutuhkan waktu 11 bulan.  "Hari ini kita menyaksikan satu candi yang sudah selesai dipugar. Sebagai upaya kita memulihkan kembali peninggalan karya agung para leluhur kita tanpa membedakan atau melihat apa latar belakang mereka dulu membangunnya," kata Muhadjir dalam acara peresmian di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Kamis (14/12/2017). Candi Perwara ini merupakan satu dari 224 buah candi perwara yang ada di kompleks Candi Prambanan.  Candi Perwara Deret II Nomor 35 terletak di gugusan sebelah utara halaman II kompleks candi yang juga dikenal dengan nama Candi Roro Jonggrang. Berdenah persegi, memiliki ukuran 6,9 x 6,9 meter, dengan tinggi 13,59 meter, dan memiliki satu bilik berukuran 2,05 x 2,01 meter. Candi ini merupakan perwara keempat yang berhasil dipugar hingga sekarang. Dua buah pe...

Warga Geneng Prambanan Tertabrak Malioboro Ekspres

Seorang wanita yang diketahui bernama Wahyuni (65) warga Dukuh Krawanan, Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten tewas tertabrak kereta api, sekira pukul 03.26 wib, Kamis (14/12/17). Ia tertabrak  kereta api Malioboro Ekspress melintas dari Malang tujuan Yogyakarta di pelintasan kereta dekat rumah korban . Kejadian bermula saat kereta api tersebut melintas, korban akan menyeberang. Akibatnya korban  terseret kereta api sampai 100 meter dari lokasi kejadian. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah hancur. Kapolsek Prambanan AKP Muji mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono.mengatakan mendapat laporan tersebut pihaknya langsung mengamankan korban dari TKP kejadian dan membawanya ke rumah sakit Bhayangkara Kalasan untuk dilakukan visum dan menghubungi ahli waris korban, serta mengumpulkan para saksi untuk dimintai keterangan. (bpp/tjc/humaspolresklaten)

Pegowes Kalsel Gowes di Prambanan

Pegowes Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergabung dalam Ambapers Cycling Club melakukan gowes di Prambanan dan Borobudur, Gowes ini, bagi mereka merupakan pengalaman yang  mengesankan. Mereka melakukan gowes di Yogyakarta dan sekitarnya 30 NoVember sampai 4 Desember 2017.Selain bisa berkumpul bersama komunitas lain sesama pecinta sepeda di Yogjakarta, anggota ACC juga berkesempatan menjelajah beragam wisata dan kuliner khas setempat. Ketua ACC, Zainal Abidin, menuturkan saat gowes ke luar pulau Kalimantan, ACC mengambil rute Yogyakarta-Borobudur dengan jarak sekitar 51 kilometer. "Rute yang asiik ditambah cuaca mendung jadi enak untuk gowes," kata dia. Namun ada pengalaman yang didapat dua anggota ACC saat tur ke Yogjakarta, rombongan 17 orang hanya 15 orang yang berhasil sampai ke garis finish."Dua orang yang tidak bisa karena ban bocor, tapi tetap bisa bersilaturahmi di garis finish," kata dia. Berikutnya di hari yang lain kata Zainal ACC juga merasa...

Status Tanah Rumah Domes Prambanan Belum Dilepas Untuk Penghuni

Selain masalah relokasi 24 kepala keluarga korban siklon cempaka, ternyata Prambanan juga masih menyisakan masalah skema relokasi korban Gempa Bantul 2006. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) DIJ Krido Suprayitno mendorong  Pemkab Sleman menuntaskan masalah lokasi rumah domes ini. Dia juga mendorong agar skema lama juga dikirim. Yakni relokasi pasca Gempa Bantul 2006. Kala itu ada puluhan warga Sengir, Sumberharjo, Prambanan direlokasi dari wilayah tebing bukit Prambanan. Warga ini kini telah menghuni rumah dome Nglepen. Krido memastikan pembebasan lahan berlangsung 2018. Hanya, perlu langkah cepat agar kebijakan dari Dispetaru DIJ bisa lahir. Setidaknya pengajuan ini dalam rentang waktu pengungsian 2010 hingga 2018. ”Harapannya, 2018 sudah diajukan oleh Pemkab Sleman ke Gubernur DIJ terkait pelepasan tanah untuk relokasi. Dispetaru DIJ juga akan mempercepat prosesnya,” ujarnya.(bpp/sp)

Enam KK di Sumberharjo Minta Dibuatkan Huntara

Enam Kepala Keluarga di Sumberharja Prambanan, Sleman minta segera dibuatkan hunian sementara (huntara). Mereka tak ingin mengungsi terus. Dengan hidup di rumah sendiri, meski hanya hunian sementara, hidup mereka lebih nyaman dan bisa melakukan kehidupan sehari-hari secara normal. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan, Rabu (6/12/2017) mengatakan, saat ini masih tercatat 24 KK yang masuk dalam daftar harus direlokasi karena kondisi tanah labil di sekitar pemukimannya. Ke 24 KK tersebut terdiri dari warga Sumberharjo 21 KK, Sambirejo 1 KK, Gayamharjo 1 KK, Wukirharjo 2 KK. “Ada juga yang perlu direkonstruksi di tiga titik lokasi. Dua di Wukirharjo dan satu lokasi di Bokoharjo,” jelasnya. Dari 24 KK tersebut, sebanyak enam KK warga Sumberharjo meminta untuk disediakan hunian sementara (Huntara). Pihaknya segera membangun Huntara tersebut di lokasi yang diinginkan oleh warga meski tanah untuk lokasi Huntara sendiri sudah d...

Saat Ini Dampak Siklon Cempaka di Prambanan Memasuki Tahap Pemulihan Bencana

Pemkab Sleman mengubah status darurat tanggap bencana banjir, angin kencang dan tanah longsor menjadi pemulihan bencana. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan bencana bisa lebih cepat. Perubahan status tersebut merupakan hasil evaluasi SK Bupati Nomor 128/Kep.KDH/A/2017 pada 29 November 2017 terkait Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor yang berakhir pada 5 Desember kemarin.  “Dengan berakhirnya status tanggap darurat, kami bisa berkonsentrasi untuk melakukan pemulihan lokasi bencana,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan, Rabu (6/12/2017). Masa pemulihan kebencanaan tersebut, lanjut dia, diusulkan berlaku hingga akhir Desember mendatang. Selama masa pemulihan, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Sleman beserta seluruh relawan kebencanaan di wilayah Prambanan melakukan proses evakuasi yang belum selesai. “Yang kemarin belum selesai, kami selesaikan, termasuk penanganan bagi para p...

Tentang Relokasi 27 KK di Prambanan, DIY Tunggu Skema Dari Sleman

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) DIJ Krido Suprayitno meminta Pemkab Sleman tuntas merancang upaya relokasi. Hingga saat ini terdapat 27 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Prambanan yang masuk daftar relokasi pascalongsor akibat Badai Siklon Tropis Cempaka. Mereka berasal dari sejumlah desa, yakni Sumberharjo, Wukirharjo, Sambirejo, Gayamharjo, dan Bokoharjo. Krido meminta pemkab segera mengirim detail rencana relokasi. Tentunya agar Pemprov DIJ dapat mengetahui rancangan program. Termasuk pemanfaatan lahan agar pembebasan status lahan bisa disegerakan. ”Saya baru tahu ada rencana relokasi 27 KK. Kalau bisa secepatnya, termasuk detail lokasi dan berapa jumlah jiwanya. Belum tahu juga apakah akan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD),” jelasnya pada wartawan (5/12). ”Mengenai relokasi 27 KK sejatinya bisa tsegera diajukan. Hanya, dia belum bisa berkata banyak. Terlebih hasil dari rapat Pemkab Sleman belum final. Setidaknya dia meminta ada gambaran pasti mengenai ...

Sejumlah 27 Keluarga di Prambanan Bakal Direlokasi

Sedikitnya 27 kepala keluarga (KK) terdampak bencana longsor di Kecamatan Prambanan bakal direlokasi. Warga tersebut tersebar di lima desa antara lain Sumberharjo, Wukirharjo, Sambirejo, Gayamharjo dan Bokoharjo. Jumlah warga yang direlokasi ini meningkat dari perkiraan awal yang hanya berkisar 10 KK. Camat Prambanan, Eko Suhargono mengatakan memang ada penambahan karena lokasi yang bersangkutan dinilai sudah sangat rawan karena merupakan titik longsor. Berdasarkan kajian lapangan yang dilakukan, terdapat retakan tanah di lokasi tinggal pendudukan tersebut sehingga relokasi wajib dilakukan untuk menghindari koban khususnya ketika hujan deras kembali muncul. “Warga yang direlokasi sudah berjanji tidak akan menempati lokasi awal, mereka bersedia pindah, memang seharusnya tidak perlu,” katanya ketika dihubungi pada Senin (4/12/2017). Sedianya, relokasi ini akan dilakukan di Tanah Kas Desa (TKD) meski detail pelaksanaannya sendiri belum bisa dipastikan termasuk jadwal r...

Prambanan Light Festival

Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau TWC kembali menggelar pagelaran di Candi Prambanan. Kali ini, digelar Air Mancur Menari yang mengangkat tajuk Spectacular Dancing Fountain dalam Prambanan Light Festival. Pergelaran itu  berlangsung mulai 17 November hingga 10 Desember 2017 di Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Tepatnya, festival air mancur menari akan berada di sebelah selatan Candi Prambanan dengan luas lahan 4.000 meter. Kepala Departemen Pemasaran dan Pengembangan Program, Emilia Eny Utari mengatakan, tujuan perhelatan ini tidak lain demi menghidupkan suasana kehidupan Candi Prambanan saat malam. Karenanya, yang dipilih merupakan festival lampu. "Sekaligus memberikan suguhan atraksi tambahan yang  fresh , kreatif dan edukatif kepada wisatawan," kata Emilia. Untuk itu, keindahan suasana rekreasi malam yang akan dihadirkan bertema tematik. Akan ada lampion bawah laut, lampion bunga, lampion kastil dan lampion binatang. Ada pula  fl...

Sleman Siapkan Shuttle Bus Prambanan-Kaliurang

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera meluncurkan "shuttle bus" wisata penghubung antara objek wisata Candi Prambanan dan wisata alam Kaliurang di lereng Gunung Merapi. "Layanan 'shuttle bus' ini gratis pada Sabtu dan Minggu. Saat ini memang masih diprioritaskan untuk wisatawan mancanegara," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, di Sleman, Ahad. Menurut dia, diharapkan "shuttle bus" wisata tersebut dapat diluncurkan dan mulai beroperasi pada akhir 2017. "Mudah-mudahan tahun ini kajian sudah selesai. Selain turis asing, wisatawan domestik juga bisa diangkut. Nanti melewati desa-desa wisata," katanya. Ia mengatakan, selain di rute Prambanan-Kaliurang, juga akan ada pengadaan "shuttle bus" khusus di titik wisata lainnya. Terutama di Kecamatan Berbah, yang objeknya sulit terjangkau transportasi umum. "Seperti wisata Candi Kedulan, Candi Gebang, Candi Abang, dan...